Teori Media Ekologi
Media ekologi merupakan studi tentang
bagaimana media dan proses komunikasi mempengaruhi persepsi manusia, perasaan,
emosi, dan nilai teknologi yang mempengaruhi komunikasi melalui teknologi baru.
Media Teori Ekologi berpusat pada prinsip-prinsip bahwa masyarakat tidak bisa
lepas dari pengaruh teknologi dan teknologi yang akan tetap pusat untuk hampir
semua lapisan masyarakat.
Konsep dasar teori ini pertama kali
dikemukakan oleh Marshall McLuhan (1964). Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh
mentornya, ekonom berkebangsaan Canada, Harold Adams Innis (1951). Menurut
Marshall McLuhan, media elektronik telah mengubah masyarakat secara radikal.
Masyarakat sangat bergantung pada teknologi yang menggunakan media dan bahwa
ketertiban sosial suatu masyarakat didasarkan pada kemampuannya untuk
menghadapi teknologi tersebut. Media membentuk dan mengorganisasikan sebuah
budaya. Ini yang disebut Teori Ekologi Media. McLuhan juga menyatakan bahwa
kita memiliki hubungan yang sifatnya simbiosis dengan teknologi yang
menggunakan media. Manusia menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi tadi
membentuk manusia. Inilah yang menjadi konsep dasar dari teori ekologi media.
Asumsi dari Teori Media
Ekologi
telah tercatat
bahwa pengaruh media teknologi di masyarakat adalah ide utama di balik Media
Teori Ekologi. Berikut beberapa asumsi dari teori media ekologi :
·
Media
melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat.
Kita tidak dapat melarikan diri dari
media. Media mengontrol, mengendalikan dan mempengaruhi prilaku masyarakat,
melalui media cetak maupun elektronik, masyarakat terhipnotis, sehingga
terpengarah opini yang dibentuk media. McLuhan menyebut angka, permainan, dan
uang sebagai mediasi. Media-media ini mentransformasi masyarakat kita melalui
permainan yang dimainkan, radio yang didengarkan, atau TV yang ditonton. Pada
saat bersamaan, media bergantung pada masyarakat untuk pertukaran dan evolusi.
Jadi intinya, Dalam berkomunikasi, manusia mungkin saja tidak menggunakan media
massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan
menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan
pesan (baca: medium).
·
Media
memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman kita.
Media melihat media sebagai sesuatu
yang langsung mempengaruhi manusia. manusia secara langsung dipengaruhi oleh media. Cara manusia memberi penilaian, merasa, dan
bereaksi cenderung dipengaruhi oleh media. Dalam asumsi ini McLuhan menilai
media cukup kuat dalam membentuk pandangan kita atas dunia. Kita tanpa sadar
termanipulasi oleh TV. Sikap dan pengalaman kita secara langsung dipengaruhi
oleh apa yang kita tonton di TV.
·
Media
menyatukan seluruh dunia.
McLuhan menggunakan istilah desa
global (global village) untuk mendeskripsikan bagaimana media mengikat dunia
menjadi sebuah sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Yang mana setiap pertistiwa atau hal
yang dilakukan di belahan dunia lain, dapat diketahui atau menjalar ke belahan
dunia lain. media elektronik, khususnya,
memiliki kemampuan untuk menjembatani budaya-budaya yang tidak akan pernah
berkomunikasi sebelum adanya koneksi ini.
Sejarah Media
1. Era Tribal
Orang belum mengenal tulis menulis.
Di masa ini, menurut McLuhan, budaya berpusat pada telinga. Orang mendengar
tanpa memiliki kemampuan untuk menyensor pesan-pesan. Konteks komunikasi hanya
bersifat tatap muka.Ini yang membawa masyaraka kolektif.
2. Era Melek Huruf
Zaman ini komunikasi sudah menggunakan tulisan dan mata menjadi organ
indra yang dominan. Era ini ditandai
dengan pengenalan abjad. Konteks komunikasi sosial sudah bersifat tidak
langsung karena dapat diwakili oleh tulisan.
3. Era Cetak
Di era ini McLuhan menyebut buku
sebagai “mesin pengajar pertama”. Segala macam tulisan dapat diduplikasi dengan
jumlah yang banyak. Di era ini teknologi yang utama adalah percetakan dengan
mengandalkan penglihatan sebagai indera yang dominan.
4. Era Elektronik
Era dimana media elektronik
melingkupi semua indra kita,memungkinkan orang-orang di seluruh dunia untuk
terhubung dalam waktu yang bersamaan.
Medium Adalah Pesan
ini adalah slogan dari Teori Ekologi
Media Frase tersebut merujuk pada
kekuatan dan pengaruh medium terhadap masyarakat, bukan isi pesannya. Akan
tetapi McLuhan tidak mengesampingkan pentingnya isi. Medium mampu mengubah
bagaimana kita berpikir mengenai apapun.
Memperkirakan
Temperatur: Media Panas & Media Dingin
Untuk memahami perubahan structural
besar dalam pandangan hidupa manusia (McLuhan, 1964, hal VI) McLuhan
mengklasifikasikan media menjadi 2 jenis yaitu:
1.
Media
Panas.
Media Panas (Hot Media) adalah media
yang menuntut sedikit dari pendengar, pembaca atau para penonton. Pada intinya,
manusia tidak dituntut apa-apa hanya menikmati yang sudah ada.
2.
Media
Dingin
Media Dingin (Cool Media) adalah
media yang membutuhkan proses pelengkapan atau membutuhkan tingkat partisipasi
yang sangat tinggi. media ini menuntut khalayak untuk memaknai setiap hal yang
disuguhkan oleh media dan melengkapinya sehingga khalayak mengerti apa maksud
dari media tersebut.
Lingkaran Telah
Sempurna: Sebuah Tetrad
Dengan putranya, Eric McLuhan, McLuhan mengembangkan sebuah
cara untuk melihat lebih jauh ke dalam efek teknologi terhadap masyarakat.
Perluasan teorinya mencakup hukum media. McLuhan telah meneliti adanya
pergeseran yang cukup significant terhadap ketertarikan manusia pada setiap
era. Hukum tersebut dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
1.
Apakah
yang ditingkatkan oleh media?
hukum yang menyatakan bahwa media
menegaskan atau memperkuat masyarakat. peningkatan dalam masyarakat yang
memperkuat tingkat kecerdasan, eksistensi dan bahkan pla hidupnya. Pegeseran
tersebut membuat manusia sangat peka terhadap tekhnologi.
2.
Apakah
yang dibuat ketinggalan zaman oleh media?
pada masa tertentu, tekhnologi yang
kita kuasai tiba-tiba akan menjadi sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman.
3.
Apakah
yang diambil kembali oleh media?
terjadinya proses pengambilan kembali
sesuatu yang pernah ada kemudian hilang kemudian mengalami pembaharuan,
perbaikan dan penyempurnaan.
4.
Apakah
yang diputarbalikkan oleh media?
berbicara tentang media bisa jadi
sumber malapetaka dan bisa menjadi malaikat penolong bagi penggunanya. media
akan menghasilkan atau menjadi sesuatu yang lain jika didorong mencapai
batasnya.