Senin, 25 April 2016

Ekologi Media

Teori Media Ekologi
Media ekologi merupakan studi tentang bagaimana media dan proses komunikasi mempengaruhi persepsi manusia, perasaan, emosi, dan nilai teknologi yang mempengaruhi komunikasi melalui teknologi baru. Media Teori Ekologi berpusat pada prinsip-prinsip bahwa masyarakat tidak bisa lepas dari pengaruh teknologi dan teknologi yang akan tetap pusat untuk hampir semua lapisan masyarakat.
Konsep dasar teori ini pertama kali dikemukakan oleh Marshall McLuhan (1964). Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh mentornya, ekonom berkebangsaan Canada, Harold Adams Innis (1951). Menurut Marshall McLuhan, media elektronik telah mengubah masyarakat secara radikal. Masyarakat sangat bergantung pada teknologi yang menggunakan media dan bahwa ketertiban sosial suatu masyarakat didasarkan pada kemampuannya untuk menghadapi teknologi tersebut. Media membentuk dan mengorganisasikan sebuah budaya. Ini yang disebut Teori Ekologi Media. McLuhan juga menyatakan bahwa kita memiliki hubungan yang sifatnya simbiosis dengan teknologi yang menggunakan media. Manusia menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi tadi membentuk manusia. Inilah yang menjadi konsep dasar dari teori ekologi media.

Asumsi dari Teori Media Ekologi
            telah tercatat bahwa pengaruh media teknologi di masyarakat adalah ide utama di balik Media Teori Ekologi. Berikut beberapa asumsi dari teori media ekologi :
·         Media melingkupi setiap tindakan di dalam masyarakat.
Kita tidak dapat melarikan diri dari media. Media mengontrol, mengendalikan dan mempengaruhi prilaku masyarakat, melalui media cetak maupun elektronik, masyarakat terhipnotis, sehingga terpengarah opini yang dibentuk media. McLuhan menyebut angka, permainan, dan uang sebagai mediasi. Media-media ini mentransformasi masyarakat kita melalui permainan yang dimainkan, radio yang didengarkan, atau TV yang ditonton. Pada saat bersamaan, media bergantung pada masyarakat untuk pertukaran dan evolusi. Jadi intinya, Dalam berkomunikasi, manusia mungkin saja tidak menggunakan media massa. Tetapi mereka tidak dapat menghindarkan diri dari berkomunikasi dengan menggunakan suara, kata, isyarat, yang memediasi mereka dalam menyampaikan pesan (baca: medium).

·         Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman kita.
Media melihat media sebagai sesuatu yang langsung mempengaruhi manusia. manusia secara langsung dipengaruhi oleh media.  Cara manusia memberi penilaian, merasa, dan bereaksi cenderung dipengaruhi oleh media. Dalam asumsi ini McLuhan menilai media cukup kuat dalam membentuk pandangan kita atas dunia. Kita tanpa sadar termanipulasi oleh TV. Sikap dan pengalaman kita secara langsung dipengaruhi oleh apa yang kita tonton di TV.


·         Media menyatukan seluruh dunia.
McLuhan menggunakan istilah desa global (global village) untuk mendeskripsikan bagaimana media mengikat dunia menjadi sebuah sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Yang mana setiap pertistiwa atau hal yang dilakukan di belahan dunia lain, dapat diketahui atau menjalar ke belahan dunia lain.  media elektronik, khususnya, memiliki kemampuan untuk menjembatani budaya-budaya yang tidak akan pernah berkomunikasi sebelum adanya koneksi ini.

Sejarah Media
1.      Era Tribal
Orang belum mengenal tulis menulis. Di masa ini, menurut McLuhan, budaya berpusat pada telinga. Orang mendengar tanpa memiliki kemampuan untuk menyensor pesan-pesan. Konteks komunikasi hanya bersifat tatap muka.Ini yang membawa masyaraka kolektif.
2.      Era Melek Huruf
Zaman ini komunikasi sudah  menggunakan tulisan dan mata menjadi organ indra yang dominan. Era  ini ditandai dengan pengenalan abjad. Konteks komunikasi sosial sudah bersifat tidak langsung karena dapat diwakili oleh tulisan.
3.      Era Cetak
Di era ini McLuhan menyebut buku sebagai “mesin pengajar pertama”. Segala macam tulisan dapat diduplikasi dengan jumlah yang banyak. Di era ini teknologi yang utama adalah percetakan dengan mengandalkan penglihatan sebagai indera yang dominan.
4.      Era Elektronik
Era dimana media elektronik melingkupi semua indra kita,memungkinkan orang-orang di seluruh dunia untuk terhubung dalam waktu yang bersamaan.

Medium Adalah Pesan
ini adalah slogan dari Teori Ekologi Media  Frase tersebut merujuk pada kekuatan dan pengaruh medium terhadap masyarakat, bukan isi pesannya. Akan tetapi McLuhan tidak mengesampingkan pentingnya isi. Medium mampu mengubah bagaimana kita berpikir mengenai apapun.


Memperkirakan Temperatur: Media Panas & Media Dingin
Untuk memahami perubahan structural besar dalam pandangan hidupa manusia (McLuhan, 1964, hal VI) McLuhan mengklasifikasikan media menjadi 2 jenis yaitu:
1.      Media Panas.
Media Panas (Hot Media) adalah media yang menuntut sedikit dari pendengar, pembaca atau para penonton. Pada intinya, manusia tidak dituntut apa-apa hanya menikmati yang sudah ada.
2.      Media Dingin
Media Dingin (Cool Media) adalah media yang membutuhkan proses pelengkapan atau membutuhkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. media ini menuntut khalayak untuk memaknai setiap hal yang disuguhkan oleh media dan melengkapinya sehingga khalayak mengerti apa maksud dari media tersebut.

Lingkaran Telah Sempurna: Sebuah Tetrad
Dengan putranya, Eric McLuhan, McLuhan mengembangkan sebuah cara untuk melihat lebih jauh ke dalam efek teknologi terhadap masyarakat. Perluasan teorinya mencakup hukum media. McLuhan telah meneliti adanya pergeseran yang cukup significant terhadap ketertarikan manusia pada setiap era. Hukum tersebut dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
1.      Apakah yang ditingkatkan oleh media?
hukum yang menyatakan bahwa media menegaskan atau memperkuat masyarakat. peningkatan dalam masyarakat yang memperkuat tingkat kecerdasan, eksistensi dan bahkan pla hidupnya. Pegeseran tersebut membuat manusia sangat peka terhadap tekhnologi.
2.      Apakah yang dibuat ketinggalan zaman oleh media?
pada masa tertentu, tekhnologi yang kita kuasai tiba-tiba akan menjadi sesuatu yang kuno dan ketinggalan jaman.
3.      Apakah yang diambil kembali oleh media?
terjadinya proses pengambilan kembali sesuatu yang pernah ada kemudian hilang kemudian mengalami pembaharuan, perbaikan dan penyempurnaan.
4.      Apakah yang diputarbalikkan oleh media?

berbicara tentang media bisa jadi sumber malapetaka dan bisa menjadi malaikat penolong bagi penggunanya. media akan menghasilkan atau menjadi sesuatu yang lain jika didorong mencapai batasnya.